Kamis, 03 Maret 2016

RESENSI BUKU APPLE VS GOOGLE: PERANG RAKSASA TEKNOLOGI YANG MELAHIRKAN REVOLUSI





RESENSI BUKU


APPLE VS GOOGLE: PERANG RAKSASA TEKNOLOGI YANG MELAHIRKAN REVOLUSI, Yogyakarta: Bentang, 2015 (Viii,344 Hal; 20,5cm)


“Perkembangan teknologi kian melesat cepat bagai roket yang terus melambung diangkasa, untuk dapat terus berkembang dibutuhkan pembakar untuk melesat kian jauh menembus pasar”

Perkembangan zaman yang semakin maju menyebabkan tuntutan teknologi yang sesuai dengan massa nya. Oleh karena itu manusia sebagai sang pencipta teknologi harus selalu berpikir dan menemukan hal yang bisa menjadi suatu terobosan terbaru sehingga dapat bermanfaat didalam kehidupan manusia. Teknologi sendiri tidak dapat lepas dari yang namanya perkembangan zaman.
“Iphone bukan sekedar telepon, melainkan KOMPUTER PORTABLE PERTAMA yang muat di kantong, dipergunakan secara luas, dan dapat melakukan panggilan telepon. Berkat touchscreennya, iphone memiliki BANYAK FITUR yang mustahil dikerjangan oleh telepon lain.”  Berikut adalah kutipan dari buku tersebut, dan gonjang-ganjing di bidang media serta teknologi yang di sulut oleh iphone kemudian diperluas cakupannya oleh Andorid telah pecah menjadi revolusi total berkat kemunculan Ipad. Tahun-tahun selepas meninggalnya Stave Jobs, badai masih melanda Silicon Valley, New York, dan Hollywood. Penyebabnya bukan karena semata – mata karena dua perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia, penyebab Apple dan Google tengah bertarung sampai mati ini melainkan karena revolusi mobile yang dicetuskan mendadak membuahkan kira-kira 250 dollar miliar dari lusinan bidang industri. Pemasukan tambahan nan menjanjikan itulah yang diperebutkan para pelaku perang teknologi. Bagi mereka yang tidak memiliki perubahan, lima tahun terakhir ini amatlah sangat berat untuk memenangkan persaingan .
Tetapi sebenarnya keberhasilan Apple ini tidak semulus yang dilihat karena didalam buku berjudul Steve Jobs & Apple Incc karangan dari Christopher Lee mejelaskan bagaimana kehidupan sang pencipta Apple yang penuh dengan lika-liku kehidupan yang cukup berat bahkan dia sempat tidak bisa membayar uang kost dan hanya bisa menumpang hidup dengan teman-temannya dan bekerja mengumpulkan botol-botol kosong demi memenuhi kebutuhan. Dan akhirnya pada tahun 1974 karena sangat membutuhkan uang Stave melamar kerja di Atari dan kehidupan Steve Jobs pun berubah lebih baik. Steve diminta menciptakan papan sirkuit untuk permainan break out,dari sinilah perkembangan dan terobosan Apple dimulai.
Didalam buku Digital Wars, Aplle - Google - Microsoft dan Pertarungan Meraih Kekuasaan Atas Internet yang ditulis oleh Charles Arthur ini juga menjelasan lebih rinci mengenai persaingan Apple bahwa awal mula persaingan Apple dan Microsoft yaitu di tahun 1998 adalah tahun Microsoft menjadi sang jawara, hal tersebut dapat terlihat dari hasil penjualan Windows 3.0 pada hampir 95% PC di dunia. Angka yang cukup membombastis yang membuat perusahaan berpacu untuk terus berkembang dan membuat  Microsoft berbangga diri. Namun sayang, ditahun yang sama dengan berjayanya microsoft pun terjerat antimonopoli. Microsoft dituding telah melakukan monopoli sistem operasi pada kasus browse Netscape yang merugikan para pebisnis lain dan konsumen.
Meski terbukti dengan tuduhan monopoli tersebut, Microsoft sangat amat beruntung ketika lolos dari sanksi dan hukuman peradilan Antimonopoli. Dengan saham yang dimiliki perusahaan yang melejit mencapai $250 miliar tahun 1998, Microsoft menjadi potensial untuk mengembangkan bisnisnya dibidang yang lain. Beberapa perusahaan sejenis dan terkait akhirnya mau tak mau harus berhadapan dengan perusahaan raksasa tersebut. Persaingan pun muncul diantara Apple vs Microsoft dan Google vs Microsoft
Persaingan dari sistem operasi pun dapat di menangkan oleh Microsoft, dan Apple pun mengakui  kekalahan. Namun Tim Cook (CEO Apple) menyatakan bahwa ia akan membuat medan perang baru yang akan mengalahkan Microsoft. Dan beberapa tahun kemudian Apple membuktikan ucapannya itu. Keberuntungan tak berpihak pada Microsoft saat bersaing di mesin pencari. Google yang memiliki teknik pencarian yang cepat dan terbaik dengan cara kerja “PageRank” membuat Microsoft dengan MSN.com-nya gigit jari karena jauh kalah pesat dengan cara kerja google dengan teknik yang mengungguli.
Medan baru yang dimaksud Apple akhirnya tercetus. Pada 23 Oktober 2001, Steve memperkenalkan produk baru yang dia miliki dibidang musik. Produk tersebut ia namakan iPod benda tipis yang minimalis dan juga cukup menarik. Meski iPod saat itu masih bisa support ke Machintos namun produk ini langsung diserbu pasaran dan laris manis karena pada saat itu belum ada perangkat musik digital yang murah dan efisien seperti ipod. iPod saat itu telah mampu mempercepat transfer musik 30 kali lebih cepat dari USB 1.1. Kapasitasnya juga tidak diragukan lagi, kalau produk pasaran pada massa itu hanya mampu menyimpan 32 – 64 MB, dengan iPod generasi kedua kapasitas musik yang bisa disimpan bisa mencapai 20 GB, angka yang cukup memiliki perbedaaan sangat jauh dari pasaran yang ada pada masa itu.
Melihat Apple berjaya membuat Microsoft berpacu untuk melambung lebih tinggi, lalu tak mau kalah Microsoft pun mengeluarkan Xbox. Namun sayang sekali hal tersebut tak membuat microsoft dapat melambung tinggi, mereka sudah ketinggalan untuk dapat melebihi apple . Karena pada saat Microsoft memperkenalkan Xbox, iPod telah menciptakan iTrip, sebuah alat transmitter yang mampu memainkan iPod di mobil. Ipod pun berjaya hingga tahun penghujung 2004 dengan penjualan 2 juta unit. Dengan kemunculan iTunes Music Store, pendapatan Apple menembus rekor mencapai $13,9 miliar dan laba sebesar $1,3 miliar ditahun 2006.
Dan persaingan ini pun terus di menangkan oleh Apple, Microsoft pun lagi-lagi kini mengakui akan kekalahannya. Mungkin saat ini Microsoft merasa sudah berada di ujung tanduk karena persaingan pasar yang kini dua kali berturut-turut terus dimengangkan oleh Apple. Persaingan antar teknologi  tersebut sangat berhubungan dengan penurunan dalam penjualan terjadi pada akhir kuartal pertama tahun 2011 sebesar 5% pertahun. Saat iPod menurun, muncul persaingan dibidang-bidang lain. Ponsel pintar atau smartphone menjadi ajang pertarungan baru antara Microsoft dan Apple.
Pertarungan dibidang ini meliputi banyak produsen. Saat Microsoft memulai proyeknya dengan Windows Phone, Google bekerjasama dengan Android yang dirintis oleh Andy Rubin. Produsen smartphone lain yang sedang berjaya saat itu adalah RIM (Reseach in Motion) yang memproduksi BlackBerry dari Kanada. Meski pertarungan masih berjalan hingga saat ini, ada beberapa hal yang sudah bisa disimpulkan. Android adalah produsen smartphone yang paling berjaya. BlackBerry yang dulu berjaya di era tahun 2006-an, kini telah menurun drastis penjualannya. Nokia kini malah sudah diakuisisi oleh Microsoft untuk bisa bersaing dengan android. Tetapi baru- baru ini Microsoft juga menggelar event pada 6 Oktober 2015. Event tersebut dijadikan ajang untuk memperkenalkan deretan produk baru Microsoft, dan salah satu produk yang diperkenalkan adalah Surface Book. Dengan Microsoft meluncurkan Surface Book, ini menandakan laptop tersebut akan menjadi saingan MacBook Air yang merupakan besutan Apple.
Saat ini, Microsoft sedang membangun ekosistem hardware yang menunjang kekuatan dari smartphone dan tablet, hingga aplikasi dan cloud. Hal itu dibuktikan Microsoft dengan hadirnya Surface Book, di mana Surface Book menjadi laptop pertama, yang jelas tidak hanya membidik MacBook Air sebagai pesaingnya, tetapi juga mitra industri PC Microsoft sendiri. Microsoft pun juga mengatakan, Surface Book diperuntukkan untuk seseorang yang ingin layar yang lebih besar dan memiliki pengalaman mengetik sempurna dari laptop. 
Seharusnya Microsoft berintrospeksi terus bangkit tanpa menyerah serta mau belajar dengan perkembangan yang ada. Tim Cook  sebagai Ceo Apple pun mengungkapkan bahwa“Jika Anda Kalah Berperang, Salah Satu Cara Untuk Menang Adalah Pindah Perang Ke Medan Baru” . Jadi untuk dapat memenangkan pasar dari masyarakat di dalam pasaran kita harus dapat memahami apa yang dibutuhkan masyarakat dan bagaimana cara membuat sesuatu yang bermanfaat dengan harga yang relatif murah, Buku ini menjelaskan dan memberi pembelajaran bahwa Apple vs Google bukanlah percekcokan klise antara dua perusahaan kaya biasa, namun perseteruan yang menentukan siapa pengontrol gaya hidup generasi masa depan. Jika Anda penasaran mengapa Silicon Valley menjadi pusat inovasi global, mulailah dari buku ini.